ALI IMRON SANG PENGEBOM PDF

Ali Imron, sang pengebom – Ebook written by Ali Imron. Read this book using Google Play Books app on your PC, android, iOS devices. Download for offline. Ali imron. ISBN Category. Edition. First edition. Publication Year. Publisher. Republika, Indonesia. Tags. Abstract. Description. This Page is automatically generated based on what Facebook users are interested in, and not affiliated with or endorsed by anyone associated with the topic.

Author: Yozshuzilkree Arashiramar
Country: Bolivia
Language: English (Spanish)
Genre: Literature
Published (Last): 21 January 2013
Pages: 415
PDF File Size: 12.94 Mb
ePub File Size: 18.52 Mb
ISBN: 528-2-72696-135-1
Downloads: 20072
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Vogrel

Saat itu saya jawab tidak apa-apa kalau hanya sebagai pengantar atau komentar asal tidak mengubah isi buku yang saya tulis.

Ali Imron, sang pengebom / [penulis, Ali Imron] | National Library of Australia

Penjara adalah salah satu resiko dari jalan perjuangan yang saya ikuti dan pengeboman di Bali menjadi inti penyebabnya.

Adapun yang lain-lainnya tulisan saya masih utuh, hanya saja ada tambahan pengantar dari Azyumardi Azra sebagai wakil dari tokoh masyarakat dan namanya dicantumkan di sampulnya dibawah judul. National Library of Australia. Terhadap hal-hal diatas saya jawab sebagai berikut: Akan tetapi eang ini hanya sebatas persiapan saja belum merencanakan kapan menggunakannya dan dalam bentuk jihad yang bagaimana.

Inilah ungkapan yang pantas saya ucapkan karena saya pernah berada di Pakistan dan Afghanistan dalam rangka jihad dan jihad imon jalan Allah. Ketika terjadi reformasi tahunlalu terjadi kerusuhan yang bernuansa SARA di Ambon, hal itu semakin memicu keinginan saya untuk selalu mengobarkan semangat jihad dengan bermodalkan pernah pwngebom Afghanistan.

Akan tetapi, setelah buku beredar, ada kawan-kawan yang mengomentari bahwa buku saya itu ada campur tangan orang JIL maka tidak usah dibaca, bahkan di Penggebom Al-Islam saja ada yang mencegah supaya tidak membacanya karena buku JIL.

Waktu itu zli bercerita bahwa keberangkatannya ke Pakistan dan Afghanistan bukan sekolah biasa akan tetapi sekolah belajar perang, bahkan terjun langsung ke medan perang bersama Mujahidin Afghanistan melawan pasukan komunis.

Namun tujuan tersebut tidak ada yang mengetahuinya karena sejak adanya niat untuk berangkat ke Malaysia, saya sudah merahasiakan tujuan yang sebenarnya. Advanced search Search history. Akhirnya saya pun sampai di Ambon. Pada bulan Agustus saya berangkat ke Malaysia dan berjumpa dengan Mukhlas yang saat itu berada di rumah mertuanya di Johor Bahru. Browse titles authors subjects uniform titles series callnumbers dewey numbers starting from optional.

Related Posts  2SC5936 PANASONIC PDF

Adanya medan jihad adalah karunia dari Allah semata maka tidak bisa dipaksa diadakan.

To learn more about Copies Direct watch this short online video. Setiap orang yang mengetahui dan memahami pengeboj perang di jalan Allah pasti dia menginginkan agar diberi kesempatan bisa ikut berperang. Mengawali pengurusan itu, atas arahan Mukhlas saya dibawa oleh abang iparnya ke Singapura untuk mengambil visa Pakistan. Setelah pengurusan visa selesai, saya dijemput oleh Mukhlas dan dibawa kembali ke Malaysia diserahkan ke ustad Abdullah Sungkar untuk diberangkatkan ke Pakistan.

We will contact pengeboj if necessary. Saya harus memutuskan hubungan dengan siapapun yang tidak ada hubungannya dengan program ini baik lewat surat, telepon atau yang lainnya.

Sebelum diberangkatkan saya dibaiat oleh Ustad Abdullah Sungkar yang saat itu saya yakini sebagai janji setia untuk taat dalam menjalankan tugas yang dipimpin oleh Beliau. Ketika tulisan saya sudah dicetak menjadi xli, saya lihat semua isinya sama dengan yang saya koreksi sebelum dicetak, jadi menurut saya tidak ada masalah.

Search The Site Can’t find what are you looking for? Can I get a copy? Dan ketika pulang, kami juga tidak membawa apapun yang menunjukkan bahwa kami pernah belajar ilmu perang bahkan kami pernah ke Afghanistan pun harus dirahasiakan.

Similar Items Peradilan bom Bali: Apapun penyebab awalnya kerusuhan tersebut, akan tetapi pembelaan diri yang dilakukan oleh Umat Islam terhadap serangan tersebut adalah tetap jihad di jalan Allah.

Pada akhir bulan September pengeblm diberangkatkan dari Malaysia menuju Pakistan dengan mengikuti arahan seorang penunjuk jalan yang sudah ditetapkan oleh Ustad Abdullah Sungkar. To learn more about how to request items watch this short online video. Selain itu saya juga akan menyampaikan rasa bersalah dan penyesalan saya karena terlibat pengeboman di Bali hasil dari mengkaji ulang terhadap aksi jihad kami selama dalam pelarian. Namun bagi kawan-kawan yang tergabung dalam Jamaah Islamiyah, kebanyakan mereka sudah mengetahuinya karena banyak alumni Afghanistan yang sudah kembali ke Indonesia sebelum saya.

Dan adanya seseorang bisa ikut berjihad adalah karena dipilih oleh Allah semata maka juga tidak bisa penggebom. Oleh pimpinan setempat saya ditempatkan di Batalion Logistik, maka mulai saat itu saya resmi menjadi siswa di Akademi Militer Mujahidin Afghanistan. Sesampainya di tempat tersebut, oleh penunjuk jalan saya dibawa masuk ke sebuah kantor dan diserahkan ke pimpinan setempat.

Related Posts  EL CRIMEN DE LORD ARTHUR SAVILE Y OTROS RELATOS PDF

Your email address will not be published. Kepada pihak yang memusuhi Islam, saya bisa memperingatkan, bahwa dalam Islam ada syariat perang, sebagian Umat Islam sudah memiliki kemampuan berperang dan mereka selalu mendambakan terjadinya perang, jika kalian memulai menyerang maka itulah yang mereka tunggu.

Setelah paspor disimpan di kantor perwakilan di Pabbi mulai saat itu saya pun harus menggunakan nama Zaid. Sebelum saya ditangkap oleh Polisi karena terlibat dengan Bom Bali, keberangkatan saya ke Ambon dan jihad di sana sudah sering saya ceritakan dalam banyak kesempatan, baik ketika di Pondok Pesantren Al-Islam ataupun di luar di masyarakat umum.

Ali imron sang pengebom

Oleh karena itu keberangkatan dan keberadaannya disana harus dirahasiakan. Justru dengan terbukanya masalah ini saya bisa menyampaikan urusan jihad kepada pihak manapun. Saya sudah di dalam penjara, maka untuk melakukan kegiatan yang saya yakini bagian dari jihad dalam arti perang sudah tidak mungkin. Ketika proses pengeditan, saat itu dari Penerbit Republika ada yang datang ke saya memberitahukan bahwa dalam buku saya akan dimasukkan pengantar atau komentar dari seorang tokoh.

Meskipun dari JIL, saat itu saya anggap tidak ada masalah, karena hanya sebagai tokoh yang memberi pengantar atau komentar saja bukan mencampuri isinya. Dan di akademi militer tersebut kami yang berasal dari Asia Tenggara harus mengaku dari Filipina.

Begitu juga harapan adanya nilai positif dari pelarian saya pun sudah tidak ada lagi justru menyebabkan kawan-kawan yang tidak bersalah ikut tertangkap penyebom membantu dan menyembunyikan informasi tentang pelarian saya. Meskipun demikian, kami yang di Indonesia waktu itu masih aman dan belum ada yang ditangkap seperti yang terjadi di Malaysia dan Singapura. Can I view this online?